Selasa, 17 Juni 2008

Love Thy Parents

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah ornag jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela nafas panjang. "Sejak masa muda, saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal di rumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orang tua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukannya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak efisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan? Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal di rumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita di dalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya, tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mencucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini, tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orang tua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat-sahabat yang mengasihi saya tapi saya tetap merindukan anak-anak saya".

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orang tua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita ? Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

When was the last time you chat to your parent ? THEY NEED YOU !

Love your parents in anyway they are…

Sabtu, 14 Juni 2008

A Bug's Life


Sekitar dua bulan lalu gue dapat tugas dari my boss untuk melakukan sedikit research tentang sebuah proyek yang berkaitan dengan Bioconversion, yang artinya adalah daur ulang alamiah yang dilakukan oleh makhluk biologis. Nah, ujung-ujungnya gue harus research tentang kehidupan seekor serangga unik yang namanya "Black Soldier Fly".

Serangga ini sejenis lalat liar dan hidup di alam bebas. Kalo dengar kata "lalat", biasanya kita pasti berpikir bentuk serangga ini seperti lalat biasa yang ada di rumah-rumah dan sampah. Ugh, pasti jorok nih. Oho, nanti dulu friends. Berdasarkan hasil reserach gue, Black Soldier Fly ini justru menjadi penghambat populasi lalat hama yang bersifat jorok. Lalat yang populasinya tersebar di hutan-hutan Australia, Amerika Selatan, Papua New Guinea, dan Asia ini, mengalami proses metamorphis sempurna (seperti pada kupu-kupu) dan memiliki rentang daur hidup sekitar 8-9 bulan, dimulai dari ketika serangga betina menaruh telur pada materi organik yang sudah mulai membusuk. Telur yang menetas menjadi larva yang hidup dan makan dari sisa-sisa nutrient dari pakan ternak (manure), sisa-sisa kompos dan materi organik lain yang sudah membusuk. Nah, disini proses konsumsi materi organik oleh larva Black Soldier Fly, membuat sebuah kondisi lingkungan yang tidak disukai oleh lalat jenis lain yang bersifat hama untuk dapat bertelur, sehingga lalat hama tersebut tidak dapat bertelur di tempat yang sama dengan tempat si larva. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa larva Black Soldier Fly sebagai pengendali alami atas populasi lalat hama.

Pada fase larva, dapat digunakan sebagai bahan makanan tambahan yang bergizi bagi ternak dan ikan, yang lebih dikenal sebagai “Phoenix Worm”. Silahkan cari di internet tentang Phoenix Worm ini dan pasti teman-teman akan menemukan bahwa Phoenix Worm ini harganya sangat mahal karena kandungan gizinya.

Pada phase dewasa, serangga dewasa tidak perlu makan, tetapi hanya bertahan hidup dari lemak tubuh yang ditimbun saat fase larva. Karena itu, lalat ini tidak merupakan lalat yang bersifat hama. Bahkan, karena perilakunya yang suka beristirahat pada kelopak bunga, terutama saat masa kawin, Black Soldier Fly membantu penyerbukan alami tumbuhan.

Teman-teman sekalian pasti bakal bertanya, ngapain juga gue cerita panjang lebar tentang si lalat ini. Friend, gue cuma mau berbagi beberapa hal. Pertama, kalo kita tilik daur hidup si lalat ini yang sejak lahir, menjadi larva, tumbuh dewasa, kawin, bertelur, lalu mati, hidupnya seolah hanya dimaksudkan untuk satu tujuan yaitu membantu menjaga keseimbangan alam. Dalam hal ini terutama pada fase larva, dimana larva Black Soldier Fly ini menjadi pengurai material yang sudah membusuk dan mengubahnya menjadi unsur-unsur mineral yang dikembalikan ke tanah melalui proses metabolisme larva tersebut. Inilah yang dinamakan proses bioconversion. Selain itu saat menjadi serangga dewasa, sang lalat membantu penyerbukan alami tumbuhan. Tidak salah jika serangga ini dinamakan Black Soldier, karena hidupnya yang walaupun sangat singkat, tapi penuh dengan tanggung jawab berat yang dijalankan tanpa kenal takut, persis seperti seorang serdadu.

Kedua, melalui daur hidup Black Soldier Fly ini, kita dapat mempelajari bahwa ternyata terdapat sebuah mekanisme yang harmonis untuk mengatur keseimbangan alam, suatu rancangan luar biasa dari Sang Pencipta yang membuat kita terkagum-kagum akan segala ciptaanNya.

Ketiga, jika kita sudah sadar akan rancangan-rancangan Nya yang luar biasa, kenapa kita tidak percaya bahwa Dia mampu dan sanggup untuk menolong kita dalam berbagai kesulitan hidup yang kita alami. KasihNya lebih besar dari apapun di dunia ini, dan uluran tangan Nya tidak kurang panjang untuk menolong kita. Have Faith in Him, my friends.

Salam.

Jumat, 13 Juni 2008

The Secret

One day, one friend asked another,
"How is it that you are always so happy?
You have so much energy,
And you never seem to get down."

With her eyes smiling, she said,
"I know the Secret!"
"What secret is that?"
To which she replied,
"I'll tell you all about it,
But you have to promise to
Share the Secret with others."

"The Secret is this:
I have learned there is little I can do
In my life that will make me truly happy.
I must depend on God to make
Me happy and to meet my needs.
When a need arises in my life,
I have to trust God to supply
According to HIS riches.
I have learned most of the time
I don't need half of what I think I do.
He has never let me down.
Since I learned that 'Secret', I am happy"

The questioner's first thought was,
"That's too simple!"
But upon reflecting over her own life
She recalled how she thought a bigger house
Would make her happy, but it didn't!
She thought a better paying job
Would make her happy, but it hadn't.
When did she realize her greatest happiness?
Sitting on the floor with her grandchildren,
Playing games, eating pizza or reading a story,
A simple gift from God.

Now you know it too!
We can't depend on people to make us happy.
Only GOD in His infinite wisdom can do that.
Trust HIM!
And now I pass the Secret on to you!
So once you get it, what will you do?
YOU have to tell someone the Secret, too!
That GOD in His wisdom will take care of YOU!
But it's not really a secret...
We just have to believe it and do it...

The Power of Believing

Haa..semalam baru diajak nonton Kung Fu Panda nih. Tadinya sih agak malas juga nonton film cartoon, tapi yah terbujuk juga rayuan teman gue. Eh ternyata boleh juga tuh film. Lucu dan menghibur. Tapi yang membuat gue paling terkesan adalah apa pesan yang disampaikan dalam film itu, yaitu The Power of Believing.

Dalam film itu dikisahkan (spoiler alret, bagi yang belum nonton) tentang seekor Panda yang begitu mengagumi tokoh2 kung fu terkenal di desanya dan berambisi untuk menjadi salah satu kungfu expert. Tapi kenyataanya, dia cuma seekor panda gendut yang suka banyak makan. Sampai akhirnya dia terpilih secara tidak sengaja jadi Dragon Warrior yang akan mewarisi The Dragon Scroll yang konon berisi kekuatan tak terbatas, sehingga dia diharapkan dapat menaklukkan si penjahat Tai Lung. Ironisnya, saat dia berhasil membuka gulngan itu, ternyata isinya kosong melompong. Walaupun begitu, pada akhirnya dia berhasil mengalahkan Tai Lung dengan caranya sendiri.

Gue terkesan pada inti cerita yang sejak awal hingga akhir disampaikan terus menerus dalam film ini, yaitu The Power of Believing. Bagaimana Master Oogway yang memilih Po si Panda sebagai Dragon Warrior percaya bahwa dia ditakdirkan untuk mengalahkan Tai Lung. Bagaimana Master Shifu percaya bahwa dia dapat mengubah Po si panda gendut menjadi seorang kung fu expert. Dan yang terpenting, bagaimana Po si panda percaya bahwa dirinya yang hanya seorang penjual mie yang doyan makan, dapat menjadi seorang Dragon Warrior yang hebat. You can be anything you want to be. All you have to do is to believe it.

Friends, seringkali dalam hidup ini kita merasa gagal, gagal dalam mencapai keberhasilan, gagal dalam mencapai ambisi, gagal dalam segala hal. Lalu kita mulai menyalahkan keadaan di sekitar kita, saya gak berhasil karena boss saya menjegal saya, rekan bisnis saya meningalkan saya, istri saya selingkuh, dst...dst...
Yah itu sah-sah aja. Tapi terkadang kita lupa memikirkan bahwa semua ini terjadi karena pada awalnya kita kurang percaya bahwa hal itu akan berhasil. You don't believe in your marriage, that's why your marriage failed. Anda tidak percaya dengan bisnis anda, karena itu bisnis anda kandas, kamu tidak percaya akan hidupmu, karena itu kamu menderita dan kesusahan.

Believe in yourself, believe in your life, believe in your work, believe in your business, then you can be anything what you want to be. Anda mau sukses ? Kaya ? Dihormati banyak orang ? Terkenal ? All you have to do is believe in it, and it will happen to you.

The Fountain of Life

Salam Kenal.

Nama gue Yan, tapi karena nama lengkap gue Yan Sugondo banyak yang memanggil nama gue Yando. Gue selama ini gak nulis blog, bahkan gak pernah tau apa itu yang namanya blog. Setelah dibrief sedikit oleh salah satu teman gue tentang blog, baru gue sadar ternyata kok ya ada "binatang" yang namanya blog itu ya. Jadi gue iseng-iseng bikin blog ini. Tujuannya sih agar hobby menulis gue dapat sedikit tersalurkan, padahal sih gue juga gak pernah nulis apa-apa, he..he...

Oh iya, gue memberi judul blog gue ini "Fountain of Life". Kenapa ? Karena menurut gue perkataan "Fountain of Life " itu so cool...that's it ! Ohooo, tentu saja it's more than that. Fountain of Life dalam mitos adalah sumber mata air kehidupan yang dapat membuat orang menjadi muda kembali. Bahkan, ada orang yang begitu percaya akan mitos ini sampe-sampe berusaha mencarinya kesana-kesini, padahal...please deh... mana ada hal seperti itu ?

Nah, berkaitan dengan hal itu, gue mau agar blog gue bisa menjadi sumber kesejukan dan kesegaran bagi semua orang, terutama kesegaran batin. Begitu banyak hal dalam dunia ini yang dapat membuat orang tertekan, depresi, sedih, capek, lelah menghadapi kehidupan. Gue mau blog gue ini menjadi sumber inspirasi bagi semua orang dan bisa merasakan kesejukan jiwa so you can recharge your battery and move on in your life. Ini sih ambisi gue, mudah-mudahan jadi kenyataan ya, he..he..

So, postingan dalam blog gue ini akan gue isi dengan hal-hal yang bersifat inspirational, touching, and give you something to ponder and treasure in your life. Jadi feel free untuk comment about my blog. Yah, kalo agak jelek baik settingan maupun tulisan blog, maap2 aja deh, maklum gue kan baru mulai nih...he..he...But anyway, all comments will be accepted with a humble heart.

Ok, mungkin segini dulu untuk perkenalan gue. Semoga harapan gue menjadi kenyataan dan blog gue benar-benar menjadi "Fountain of Life" bagi semua orang.

Salam.