Minggu, 28 Februari 2010

The Garden View Room

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Seorang diantaranya menderita penyakit radang paru-paru kronis yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain menderita kelumpuhan sehingga ia harus terus berbaring lurus di atas punggungnya sepanjang hari.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selam satu jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain-main dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, sakit di punggung dan kakinya sejenak terlupakan dan semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suatu parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari, dan satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Pria ke dua yang mendengar kabar tersebut juga merasa sangat terpukul dan kehilangan yang sangat dalam. Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan kemudian ia meminta kepada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab, ”Bapak salah. Pria yang baru saja meninggal tadi buta. Ia bahkan tidak bisa melihat tembok besar yang menghalangi jendela itu”.

Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Kekuatan kata-kata akan selalu hadir pada kita yang percaya. Kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Sebaliknya, kata-kata yang kasar, penuh umpatan dan makian, dapat membunuh seseorang secara perlahan.

Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.

Mulutmu adalah harimaumu! Kita bisa membunuh dengan mulut kita, sekaligus juga bisa memberi kehidupan melalui mulut yang sama. Pilihan ada di tangan anda. So, use it wisely !

Senin, 22 Februari 2010

A Stupid Man And A Donkey

Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir, ”Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu ?”

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, ”Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”

Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. ”Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama ?”

Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. ”Binatang malang......, ia menanggung beban duar orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!”

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang tertawa terpingkal-pingkal, ”Lihat, manusia keledai memanggul keledai!” sorak mereka.

Ha..ha..ha.......emang goblok tuh orang, mau-maunya dengerin pendapat orang melulu... emangnya mereka yang ngasih dia makan ? Buat apa kita susah-susah mendengarkan perkataan setiap orang. Bisa-bisa kita jadi gila! Just be yourself, gak usah perduli orang mau ngomong apa selama kita tetap berada di jalur kebenaran. Dan gak usah berusaha menyenangkan setiap orang, karena kita akan capek sendiri dan gak ada manfaatnya sama sekali.

Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapapun.

The Chicken And The Hawk

Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku persis seperti anak ayam, karena mengira dirinya memang anak ayam.
Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “Wow, luar biasa! Siapakah itu ?”, katanya penuh kekaguman. “Itulah elang, raja segala burung!” sahut ayam di sekitarnya. “Kalau saja kita bias terbang ya? Luar Biasa!” Para ayam menjawab, “Ah, jangan mimpi! Dia makhluk angkasa, sedangkan kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!” Demikianlah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai seekor ayam.
Hidup ini adalah pilihan. Kita tidak pernah tahu pasti apakah kita ini elang atau ayam. Adalah benar bahwa kita tak dapat memilih lingkungan kita, tetapi kita selalu bisa memilih tindakan kita. Memang ada hal-hal di dunia ini yang berada di luar kekuasaan kita. Kita tidak bias menentukan siapa orang tua kita, jenis kelamin kita, tempat kita dilahirkan, cara kita dibesarkan, bakat yang kita miliki, dan sebagainya. Namun kita memiliki kemampuan menentukan apa yang akan kita perbuat. Kita punya kemampuan untuk menentukan skenario hidup kita. Akan jadi apakah kita 10, 20, atau 30 tahun lagi. Kesadaran semacam ini akan membuka mata kita bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita mau. Gunakan daya imajinasi anda dan bayangkan diri anda 10 tahun lagi, ingin jadi apakah anda ? Dalami diri anda dan kenalilah bakat-bakat dan potensi anda yang terdalam. Bakat-bakat ini boleh jadi telah terkubur oleh situasi dan kondisi, padahal kalau dimunculkan anda akan mengalami perubahan hidup yang dahsyat. Di dunia ini tak ada yang tak mungkin. Kitalah yang sering membelenggu diri kita dengan berbagai label yang diciptakan lingkungan maupun diri kita sendiri.

Jadi, mau jadi ayam atau elang ?

Selasa, 17 Juni 2008

Love Thy Parents

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah ornag jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela nafas panjang. "Sejak masa muda, saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal di rumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orang tua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukannya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak efisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan? Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal di rumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita di dalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya, tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mencucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini, tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orang tua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat-sahabat yang mengasihi saya tapi saya tetap merindukan anak-anak saya".

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa. Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orang tua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita ? Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

When was the last time you chat to your parent ? THEY NEED YOU !

Love your parents in anyway they are…

Sabtu, 14 Juni 2008

A Bug's Life


Sekitar dua bulan lalu gue dapat tugas dari my boss untuk melakukan sedikit research tentang sebuah proyek yang berkaitan dengan Bioconversion, yang artinya adalah daur ulang alamiah yang dilakukan oleh makhluk biologis. Nah, ujung-ujungnya gue harus research tentang kehidupan seekor serangga unik yang namanya "Black Soldier Fly".

Serangga ini sejenis lalat liar dan hidup di alam bebas. Kalo dengar kata "lalat", biasanya kita pasti berpikir bentuk serangga ini seperti lalat biasa yang ada di rumah-rumah dan sampah. Ugh, pasti jorok nih. Oho, nanti dulu friends. Berdasarkan hasil reserach gue, Black Soldier Fly ini justru menjadi penghambat populasi lalat hama yang bersifat jorok. Lalat yang populasinya tersebar di hutan-hutan Australia, Amerika Selatan, Papua New Guinea, dan Asia ini, mengalami proses metamorphis sempurna (seperti pada kupu-kupu) dan memiliki rentang daur hidup sekitar 8-9 bulan, dimulai dari ketika serangga betina menaruh telur pada materi organik yang sudah mulai membusuk. Telur yang menetas menjadi larva yang hidup dan makan dari sisa-sisa nutrient dari pakan ternak (manure), sisa-sisa kompos dan materi organik lain yang sudah membusuk. Nah, disini proses konsumsi materi organik oleh larva Black Soldier Fly, membuat sebuah kondisi lingkungan yang tidak disukai oleh lalat jenis lain yang bersifat hama untuk dapat bertelur, sehingga lalat hama tersebut tidak dapat bertelur di tempat yang sama dengan tempat si larva. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa larva Black Soldier Fly sebagai pengendali alami atas populasi lalat hama.

Pada fase larva, dapat digunakan sebagai bahan makanan tambahan yang bergizi bagi ternak dan ikan, yang lebih dikenal sebagai “Phoenix Worm”. Silahkan cari di internet tentang Phoenix Worm ini dan pasti teman-teman akan menemukan bahwa Phoenix Worm ini harganya sangat mahal karena kandungan gizinya.

Pada phase dewasa, serangga dewasa tidak perlu makan, tetapi hanya bertahan hidup dari lemak tubuh yang ditimbun saat fase larva. Karena itu, lalat ini tidak merupakan lalat yang bersifat hama. Bahkan, karena perilakunya yang suka beristirahat pada kelopak bunga, terutama saat masa kawin, Black Soldier Fly membantu penyerbukan alami tumbuhan.

Teman-teman sekalian pasti bakal bertanya, ngapain juga gue cerita panjang lebar tentang si lalat ini. Friend, gue cuma mau berbagi beberapa hal. Pertama, kalo kita tilik daur hidup si lalat ini yang sejak lahir, menjadi larva, tumbuh dewasa, kawin, bertelur, lalu mati, hidupnya seolah hanya dimaksudkan untuk satu tujuan yaitu membantu menjaga keseimbangan alam. Dalam hal ini terutama pada fase larva, dimana larva Black Soldier Fly ini menjadi pengurai material yang sudah membusuk dan mengubahnya menjadi unsur-unsur mineral yang dikembalikan ke tanah melalui proses metabolisme larva tersebut. Inilah yang dinamakan proses bioconversion. Selain itu saat menjadi serangga dewasa, sang lalat membantu penyerbukan alami tumbuhan. Tidak salah jika serangga ini dinamakan Black Soldier, karena hidupnya yang walaupun sangat singkat, tapi penuh dengan tanggung jawab berat yang dijalankan tanpa kenal takut, persis seperti seorang serdadu.

Kedua, melalui daur hidup Black Soldier Fly ini, kita dapat mempelajari bahwa ternyata terdapat sebuah mekanisme yang harmonis untuk mengatur keseimbangan alam, suatu rancangan luar biasa dari Sang Pencipta yang membuat kita terkagum-kagum akan segala ciptaanNya.

Ketiga, jika kita sudah sadar akan rancangan-rancangan Nya yang luar biasa, kenapa kita tidak percaya bahwa Dia mampu dan sanggup untuk menolong kita dalam berbagai kesulitan hidup yang kita alami. KasihNya lebih besar dari apapun di dunia ini, dan uluran tangan Nya tidak kurang panjang untuk menolong kita. Have Faith in Him, my friends.

Salam.

Jumat, 13 Juni 2008

The Secret

One day, one friend asked another,
"How is it that you are always so happy?
You have so much energy,
And you never seem to get down."

With her eyes smiling, she said,
"I know the Secret!"
"What secret is that?"
To which she replied,
"I'll tell you all about it,
But you have to promise to
Share the Secret with others."

"The Secret is this:
I have learned there is little I can do
In my life that will make me truly happy.
I must depend on God to make
Me happy and to meet my needs.
When a need arises in my life,
I have to trust God to supply
According to HIS riches.
I have learned most of the time
I don't need half of what I think I do.
He has never let me down.
Since I learned that 'Secret', I am happy"

The questioner's first thought was,
"That's too simple!"
But upon reflecting over her own life
She recalled how she thought a bigger house
Would make her happy, but it didn't!
She thought a better paying job
Would make her happy, but it hadn't.
When did she realize her greatest happiness?
Sitting on the floor with her grandchildren,
Playing games, eating pizza or reading a story,
A simple gift from God.

Now you know it too!
We can't depend on people to make us happy.
Only GOD in His infinite wisdom can do that.
Trust HIM!
And now I pass the Secret on to you!
So once you get it, what will you do?
YOU have to tell someone the Secret, too!
That GOD in His wisdom will take care of YOU!
But it's not really a secret...
We just have to believe it and do it...

The Power of Believing

Haa..semalam baru diajak nonton Kung Fu Panda nih. Tadinya sih agak malas juga nonton film cartoon, tapi yah terbujuk juga rayuan teman gue. Eh ternyata boleh juga tuh film. Lucu dan menghibur. Tapi yang membuat gue paling terkesan adalah apa pesan yang disampaikan dalam film itu, yaitu The Power of Believing.

Dalam film itu dikisahkan (spoiler alret, bagi yang belum nonton) tentang seekor Panda yang begitu mengagumi tokoh2 kung fu terkenal di desanya dan berambisi untuk menjadi salah satu kungfu expert. Tapi kenyataanya, dia cuma seekor panda gendut yang suka banyak makan. Sampai akhirnya dia terpilih secara tidak sengaja jadi Dragon Warrior yang akan mewarisi The Dragon Scroll yang konon berisi kekuatan tak terbatas, sehingga dia diharapkan dapat menaklukkan si penjahat Tai Lung. Ironisnya, saat dia berhasil membuka gulngan itu, ternyata isinya kosong melompong. Walaupun begitu, pada akhirnya dia berhasil mengalahkan Tai Lung dengan caranya sendiri.

Gue terkesan pada inti cerita yang sejak awal hingga akhir disampaikan terus menerus dalam film ini, yaitu The Power of Believing. Bagaimana Master Oogway yang memilih Po si Panda sebagai Dragon Warrior percaya bahwa dia ditakdirkan untuk mengalahkan Tai Lung. Bagaimana Master Shifu percaya bahwa dia dapat mengubah Po si panda gendut menjadi seorang kung fu expert. Dan yang terpenting, bagaimana Po si panda percaya bahwa dirinya yang hanya seorang penjual mie yang doyan makan, dapat menjadi seorang Dragon Warrior yang hebat. You can be anything you want to be. All you have to do is to believe it.

Friends, seringkali dalam hidup ini kita merasa gagal, gagal dalam mencapai keberhasilan, gagal dalam mencapai ambisi, gagal dalam segala hal. Lalu kita mulai menyalahkan keadaan di sekitar kita, saya gak berhasil karena boss saya menjegal saya, rekan bisnis saya meningalkan saya, istri saya selingkuh, dst...dst...
Yah itu sah-sah aja. Tapi terkadang kita lupa memikirkan bahwa semua ini terjadi karena pada awalnya kita kurang percaya bahwa hal itu akan berhasil. You don't believe in your marriage, that's why your marriage failed. Anda tidak percaya dengan bisnis anda, karena itu bisnis anda kandas, kamu tidak percaya akan hidupmu, karena itu kamu menderita dan kesusahan.

Believe in yourself, believe in your life, believe in your work, believe in your business, then you can be anything what you want to be. Anda mau sukses ? Kaya ? Dihormati banyak orang ? Terkenal ? All you have to do is believe in it, and it will happen to you.