Sabtu, 14 Juni 2008

A Bug's Life


Sekitar dua bulan lalu gue dapat tugas dari my boss untuk melakukan sedikit research tentang sebuah proyek yang berkaitan dengan Bioconversion, yang artinya adalah daur ulang alamiah yang dilakukan oleh makhluk biologis. Nah, ujung-ujungnya gue harus research tentang kehidupan seekor serangga unik yang namanya "Black Soldier Fly".

Serangga ini sejenis lalat liar dan hidup di alam bebas. Kalo dengar kata "lalat", biasanya kita pasti berpikir bentuk serangga ini seperti lalat biasa yang ada di rumah-rumah dan sampah. Ugh, pasti jorok nih. Oho, nanti dulu friends. Berdasarkan hasil reserach gue, Black Soldier Fly ini justru menjadi penghambat populasi lalat hama yang bersifat jorok. Lalat yang populasinya tersebar di hutan-hutan Australia, Amerika Selatan, Papua New Guinea, dan Asia ini, mengalami proses metamorphis sempurna (seperti pada kupu-kupu) dan memiliki rentang daur hidup sekitar 8-9 bulan, dimulai dari ketika serangga betina menaruh telur pada materi organik yang sudah mulai membusuk. Telur yang menetas menjadi larva yang hidup dan makan dari sisa-sisa nutrient dari pakan ternak (manure), sisa-sisa kompos dan materi organik lain yang sudah membusuk. Nah, disini proses konsumsi materi organik oleh larva Black Soldier Fly, membuat sebuah kondisi lingkungan yang tidak disukai oleh lalat jenis lain yang bersifat hama untuk dapat bertelur, sehingga lalat hama tersebut tidak dapat bertelur di tempat yang sama dengan tempat si larva. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa larva Black Soldier Fly sebagai pengendali alami atas populasi lalat hama.

Pada fase larva, dapat digunakan sebagai bahan makanan tambahan yang bergizi bagi ternak dan ikan, yang lebih dikenal sebagai “Phoenix Worm”. Silahkan cari di internet tentang Phoenix Worm ini dan pasti teman-teman akan menemukan bahwa Phoenix Worm ini harganya sangat mahal karena kandungan gizinya.

Pada phase dewasa, serangga dewasa tidak perlu makan, tetapi hanya bertahan hidup dari lemak tubuh yang ditimbun saat fase larva. Karena itu, lalat ini tidak merupakan lalat yang bersifat hama. Bahkan, karena perilakunya yang suka beristirahat pada kelopak bunga, terutama saat masa kawin, Black Soldier Fly membantu penyerbukan alami tumbuhan.

Teman-teman sekalian pasti bakal bertanya, ngapain juga gue cerita panjang lebar tentang si lalat ini. Friend, gue cuma mau berbagi beberapa hal. Pertama, kalo kita tilik daur hidup si lalat ini yang sejak lahir, menjadi larva, tumbuh dewasa, kawin, bertelur, lalu mati, hidupnya seolah hanya dimaksudkan untuk satu tujuan yaitu membantu menjaga keseimbangan alam. Dalam hal ini terutama pada fase larva, dimana larva Black Soldier Fly ini menjadi pengurai material yang sudah membusuk dan mengubahnya menjadi unsur-unsur mineral yang dikembalikan ke tanah melalui proses metabolisme larva tersebut. Inilah yang dinamakan proses bioconversion. Selain itu saat menjadi serangga dewasa, sang lalat membantu penyerbukan alami tumbuhan. Tidak salah jika serangga ini dinamakan Black Soldier, karena hidupnya yang walaupun sangat singkat, tapi penuh dengan tanggung jawab berat yang dijalankan tanpa kenal takut, persis seperti seorang serdadu.

Kedua, melalui daur hidup Black Soldier Fly ini, kita dapat mempelajari bahwa ternyata terdapat sebuah mekanisme yang harmonis untuk mengatur keseimbangan alam, suatu rancangan luar biasa dari Sang Pencipta yang membuat kita terkagum-kagum akan segala ciptaanNya.

Ketiga, jika kita sudah sadar akan rancangan-rancangan Nya yang luar biasa, kenapa kita tidak percaya bahwa Dia mampu dan sanggup untuk menolong kita dalam berbagai kesulitan hidup yang kita alami. KasihNya lebih besar dari apapun di dunia ini, dan uluran tangan Nya tidak kurang panjang untuk menolong kita. Have Faith in Him, my friends.

Salam.

Tidak ada komentar: