Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dierami induknya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku persis seperti anak ayam, karena mengira dirinya memang anak ayam.
Pada suatu hari, ia melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “Wow, luar biasa! Siapakah itu ?”, katanya penuh kekaguman. “Itulah elang, raja segala burung!” sahut ayam di sekitarnya. “Kalau saja kita bias terbang ya? Luar Biasa!” Para ayam menjawab, “Ah, jangan mimpi! Dia makhluk angkasa, sedangkan kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!” Demikianlah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai seekor ayam.
Hidup ini adalah pilihan. Kita tidak pernah tahu pasti apakah kita ini elang atau ayam. Adalah benar bahwa kita tak dapat memilih lingkungan kita, tetapi kita selalu bisa memilih tindakan kita. Memang ada hal-hal di dunia ini yang berada di luar kekuasaan kita. Kita tidak bias menentukan siapa orang tua kita, jenis kelamin kita, tempat kita dilahirkan, cara kita dibesarkan, bakat yang kita miliki, dan sebagainya. Namun kita memiliki kemampuan menentukan apa yang akan kita perbuat. Kita punya kemampuan untuk menentukan skenario hidup kita. Akan jadi apakah kita 10, 20, atau 30 tahun lagi. Kesadaran semacam ini akan membuka mata kita bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita mau. Gunakan daya imajinasi anda dan bayangkan diri anda 10 tahun lagi, ingin jadi apakah anda ? Dalami diri anda dan kenalilah bakat-bakat dan potensi anda yang terdalam. Bakat-bakat ini boleh jadi telah terkubur oleh situasi dan kondisi, padahal kalau dimunculkan anda akan mengalami perubahan hidup yang dahsyat. Di dunia ini tak ada yang tak mungkin. Kitalah yang sering membelenggu diri kita dengan berbagai label yang diciptakan lingkungan maupun diri kita sendiri.
Jadi, mau jadi ayam atau elang ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar